BAB 1 Pertumbuhan dan Perkembangan

 

MATERI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MAKHLUK HIDUP

Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan beserta Contohnya

Aspek Pembeda

Pertumbuhan

Perkembangan

Pengertian

Proses bertambahnya ukuran, volume, massa, dan jumlah sel pada makhluk hidup yang bersifat kuantitatif (dapat diukur) dan tidak dapat kembali ke ukuran semula.

Proses perubahan bentuk, fungsi, kemampuan, dan kedewasaan organ tubuh menuju bentuk yang lebih kompleks dan sempurna, yang bersifat kualitatif (tidak dapat diukur dengan angka).

Sifat

Hanya menyangkut perubahan fisik ukuran

Menyangkut perubahan fungsi organ, kecerdasan, dan kematangan fungsi reproduksi

Contoh Pertumbuhan:

  • Tinggi badan anak bertambah dari 100 cm menjadi 120 cm dalam satu tahun
  • Berat badan tanaman jagung bertambah dari 0,5 kg menjadi 2 kg saat dewasa

Contoh Perkembangan:

  • Anak mulai bisa berbicara dan berpikir logis seiring bertambahnya usia
  • Bunga pada tanaman mangga berubah menjadi buah yang matang dan siap berkembang biak

Skema Proses Perkembangan Calon Bayi dari Fertilisasi hingga Blastosis

Fertilisasi → Pembentukan Zigot → Pembelahan Mitosis → Morula → Blastosis

Penjelasan tiap tahap:

  1. Fertilisasi: Pertemuan dan penyatuan sel sperma dari pria dengan sel telur dari wanita di saluran tuba falopi
  2. Zigot: Sel hasil penyatuan sel sperma dan sel telur, merupakan tahap awal individu baru
  3. Pembelahan berulang: Zigot membelah diri secara mitosis menjadi 2 sel, 4 sel, 8 sel, dan seterusnya tanpa bertambah ukuran keseluruhan
  4. Morula: Kumpulan sel berbentuk bola padat berisi puluhan sel hasil pembelahan
  5. Blastosis: Tahap setelah morula, terbentuk rongga berisi cairan di tengah kumpulan sel. Terdapat dua kelompok sel: sel yang akan membentuk embrio dan sel yang akan membentuk selaput pelindung serta plasenta.

Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 3–5 Tahun

Motorik kasar adalah kemampuan menggerakkan tubuh yang menggunakan otot besar tubuh.

  • Usia 3 tahun:
    1. Bisa berlari tanpa sering terjatuh
    2. Bisa naik dan turun tangga bergantian kaki
  • Usia 4 tahun:
    1. Bisa melompat dengan dua kaki sekaligus ke depan
    2. Bisa menendang bola dengan arah yang tepat
  • Usia 5 tahun:
    1. Bisa berlari cepat dan berbelok arah dengan lincah
    2. Bisa melompat dengan satu kaki dan berjalan di atas garis lurus

Ciri Perkembangan Seksual Sekunder Remaja

Ciri seksual sekunder adalah tanda kedewasaan reproduksi yang tidak berhubungan langsung dengan organ reproduksi itu sendiri.

  • Pada Remaja Pria:
    1. Suara menjadi lebih berat dan besar
    2. Tumbuh kumis, jenggot, dan rambut di area dada serta ketiak
    3. Bahu dan dada menjadi lebih lebar serta berotot
  • Pada Remaja Wanita:
    1. Payudara mulai tumbuh dan membesar
    2. Tumbuh rambut di area ketiak dan kemaluan
    3. Pinggul melebar dan muncul jaringan lemak di pinggul serta paha

Jenis Hewan Berdasarkan Cara Perkembangan Embrio

Jenis Hewan

Ciri Perkembangan Embrio

Contoh Hewan

Ovipar (Bertelur)

Embrio berkembang di dalam telur di luar tubuh induknya, mendapatkan nutrisi dari kuning telur

Ayam, Bebek

Vivipar (Beranak)

Embrio berkembang di dalam rahim induknya, mendapatkan nutrisi melalui plasenta dari induknya

Kucing, Kambing

Ovovivipar (Bertelur sekaligus Beranak)

Embrio berkembang di dalam telur yang tetap berada di dalam tubuh induknya, mendapatkan nutrisi dari kuning telur. Telur menetas tepat saat dikeluarkan dari tubuh induk

Ikan pari, Kadal


6. Pengertian Telur Amniotik beserta Bagian-bagiannya

Pengertian: Telur amniotik adalah telur yang dilengkapi dengan selaput pelindung dan cairan khusus untuk melindungi embrio dari kekeringan, benturan, dan perubahan suhu. Telur ini dimiliki oleh hewan reptil, burung, dan mamalia yang bertelur.

Bagian-bagian telur amniotik:

  1. Amnion: Selaput yang membungkus embrio dan berisi cairan amnion untuk melindungi embrio dari benturan dan menjaga kelembapan
  2. Korion: Selaput terluar yang membantu pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida
  3. Kantung kuning telur: Tempat cadangan makanan bagi embrio yang sedang berkembang
  4. Alantois: Menampung sisa metabolisme embrio dan membantu pertukaran gas

Skema Perbedaan Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna


Kriteria

Metamorfosis Sempurna

Metamorfosis Tidak Sempurna

Tahapan

4 tahap: Telur → Larva → Pupa/Kepompong → Dewasa

3 tahap: Telur → Nimfa → Dewasa

Perubahan Bentuk

Bentuk tubuh larva sangat berbeda jauh dengan hewan dewasa, ada tahap diam (kepompong)

Bentuk tubuh nimfa mirip dengan hewan dewasa, hanya lebih kecil dan belum memiliki sayap sempurna

Contoh

Kupu-kupu, Nyamuk

Belalang, Kecoa

Skema alur:

Metamorfosis Sempurna: Telur → Ulat (Larva) → Kepompong (Pupa) → Kupu-kupu Dewasa

Metamorfosis Tidak Sempurna: Telur → Belalang Muda (Nimfa) → Belalang Dewasa


Jenis dan Penjelasan Sel Meristem pada Tumbuhan

Sel meristem adalah sel yang selalu membelah diri secara mitosis untuk menambah jumlah sel, sehingga menyebabkan pertumbuhan tumbuhan.

  1. Meristem Apikal: Terdapat di ujung batang dan ujung akar. Berfungsi memperpanjang batang dan akar, sehingga menyebabkan tumbuhan bertambah tinggi.
  2. Meristem Lateral: Terdapat di samping batang dan akar (contoh: kambium). Berfungsi memperlebar batang dan akar tumbuhan.
  3. Meristem Interkalar: Terdapat di ruas-ruas batang (contoh pada tanaman padi atau rumput). Berfungsi memperpanjang ruas batang.

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

  • Faktor Internal (dari dalam tubuh tumbuhan):
    1. Genetik: Sifat keturunan yang menentukan ukuran maksimal dan jenis tumbuhan
    2. Hormon tumbuhan: Zat pengatur pertumbuhan seperti auksin, giberelin, dan sitokinin
  • Faktor Eksternal (dari lingkungan):
    1. Cahaya matahari: Diperlukan untuk fotosintesis dan mengatur arah pertumbuhan
    2. Air dan nutrisi tanah: Bahan baku untuk pembentukan sel baru dan sumber energi tumbuhan

Pengertian dan Solusi Mengatasi Stunting

Pengertian Stunting: Kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis dalam waktu yang lama, sehingga tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Stunting juga menyebabkan penurunan kecerdasan dan daya tahan tubuh.

Saran dan Solusi Mengatasi Stunting:

  1. Berikan ASI eksklusif pada bayi usia 0–6 bulan
  2. Berikan makanan pendamping ASI yang kaya gizi (protein, zat besi, kalsium) saat usia 6 bulan ke atas
  3. Lakukan pemeriksaan rutin ke Posyandu untuk memantau berat dan tinggi badan anak
  4. Pastikan kebersihan makanan dan lingkungan agar anak tidak sering sakit
  5. Berikan asupan gizi yang cukup bagi ibu saat hamil dan menyusui

 

0 Response to "BAB 1 Pertumbuhan dan Perkembangan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel